MANADO — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan komitmennya dalam menjamin kelancaran dan ketahanan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat di seluruh pelosok Sulawesi Utara (Sulut). Komitmen tersebut dibuktikan dengan percepatan distribusi energi hingga ke wilayah kepulauan terluar, khususnya Kabupaten Kepulauan Sangihe dan kawasan sekitarnya, guna memastikan kebutuhan energi masyarakat kepulauan terpenuhi secara optimal dan merata tanpa kendala.
Kondisi geografis wilayah Sulawesi Utara yang terdiri dari daratan dan gugusan kepulauan menghadirkan tantangan logistik tersendiri. Namun, Pertamina Patra Niaga bergerak proaktif dengan mengoptimalkan rantai pasok maritim melalui kedatangan armada kapal tanker pengangkut BBM ke terminal-terminal transit utama di wilayah tersebut.
Kedatangan Kargo BBM dan Penguatan Pasokan di Terminal Utama
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyatakan bahwa stok BBM untuk kawasan kepulauan berada dalam posisi yang sangat aman. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh kekhawatiran yang tidak berdasar terkait ketersediaan bahan bakar.
“Kami pastikan penyaluran BBM di wilayah kepulauan Sangihe dan sekitarnya aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tegas Lilik Hardiyanto di Manado.
Penguatan stok ini terwujud berkat masuknya sejumlah kapal pengangkut BBM ke fasilitas penyimpanan strategis, yakni Fuel Terminal (FT) Tahuna di Kepulauan Sangihe dan Integrated Terminal (IT) Bitung di daratan Sulawesi Utara:
- Kapal MT Transko Aries: Telah berhasil sandar di Fuel Terminal (FT) Tahuna dengan membawa pasokan sebanyak 650.000 liter Pertalite (RON 90). Pasokan ini difokuskan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian warga serta aktivitas nelayan dan usaha mikro di Kepulauan Sangihe.
- Kapal MT Michelle XXV: Sebelumnya telah merapat di Integrated Terminal (IT) Bitung dengan membawa pasokan dalam jumlah masif, yakni 11 juta liter Pertalite serta 2 juta liter Pertamax.
- Kargo Tambahan 3.000 Kiloliter: Pertamina Patra Niaga juga memperkuat pasokan melalui kedatangan kargo tambahan Pertalite sebesar 3.000 kiloliter di IT Bitung guna memperkokoh cadangan penyangga (buffer stock) wilayah Sulawesi Utara.
Dari kedua terminal tersebut, bahan bakar segera dialirkan menuju stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) prioritas, baik SPBU darat maupun SPBU kompak di kawasan pesisir dan pulau, sehingga tidak terjadi kekosongan stok pada nozzle dispenser.
Pengerahan Petugas Marshal untuk Mengurai Antrean di SPBU
Selain mempertebal stok fisik di tangki pendam SPBU, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menerapkan strategi taktis di lapangan dengan mengerahkan petugas pengarah atau marshal di sejumlah SPBU prioritas yang memiliki tingkat kepadatan kendaraan tinggi.
Kehadiran petugas marshal bertujuan untuk:
- Mengatur Alur Kendaraan: Mengarahkan kendaraan yang masuk ke jalur pengisian yang tepat sehingga tidak menghalangi jalan raya di sekitar area SPBU.
- Mempercepat Waktu Pelayanan (Cycle Time): Membantu mengondisikan pengendara agar menyiapkan metode pembayaran serta QR Code Subsidi Tepat sebelum mencapai nozzle pengisian.
- Mencegah Pembelian Ilegal dan Berulang: Mengawasi transaksi agar tidak terjadi praktik pembelian BBM subsidi secara tidak wajar, berulang, atau pengisian tangki modifikasi yang melanggar aturan.
- Menjaga Ketertiban Umum: Memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan yang sedang mengantre bahan bakar.
Pertamina mengimbau konsumen untuk senantiasa membeli bahan bakar sesuai kebutuhan riil harian, menghindari perilaku panic buying, serta selalu mematuhi instruksi keselamatan dan ketertiban yang disampaikan oleh petugas di area SPBU.
Relevansi Krusial Program Subsidi Tepat dan Barcode Pertamina
Langkah sigap Pertamina dalam mengamankan pasokan di wilayah kepulauan Sulawesi Utara memperlihatkan betapa pentingnya tata kelola energi yang transparan dan tepat sasaran. Di daerah kepulauan terluar (3T), setiap liter BBM subsidi memiliki nilai yang sangat krusial bagi kelangsungan ekonomi nelayan tradisional, transportasi antarpulau, dan distribusi bahan pokok.
Dalam konteks inilah implementasi Program Subsidi Tepat berbasis QR Code (Barcode Pertamina) memegang peranan sebagai benteng pertahanan kuota:
1. Mengunci Kuota Agar Tidak Bocor ke Oknum Pelangsir
Sebelum digitalisasi diterapkan, SPBU di kawasan kepulauan rawan disusupi oleh oknum pemburu BBM subsidi yang menjual kembali bahan bakar ke sektor industri ilegal dengan harga nonsubsidi. Dengan integrasi barcode Pertamina dan pencatatan nomor polisi kendaraan di mesin EDC, kuota subsidi harian terkunci secara digital sehingga kebocoran dapat diminimalisasi secara drastis.
2. Perlindungan bagi Konsumen yang Berhak
Bagi nelayan kecil, pelaku UMKM, dan pemilik kendaraan pribadi yang telah mengantongi barcode resmi, ketersediaan BBM di SPBU memberikan kepastian berusaha. Pengendara tidak perlu bersaing dengan kendaraan-kendaraan siluman yang melakukan penimbunan ilegal karena setiap transaksi terekam langsung di server pusat Pertamina.
3. Monitoring Real-Time Stok dan Konsumsi Daerah
Digitalisasi SPBU memungkinkan Pertamina Patra Niaga memantau laju konsumsi BBM di setiap SPBU secara real-time. Jika suatu SPBU di pulau terpencil mengalami lonjakan permintaan yang wajar, tim logistik dapat segera menjadwalkan pengiriman kapal kargo tambahan sebelum stok di tangki pendam menipis ke batas kritis.
Tips Pengisian BBM Cepat dan Nyaman bagi Pengendara
Bagi masyarakat di Manado, Bitung, Kepulauan Sangihe, maupun daerah lainnya di Indonesia, berikut beberapa panduan penting agar proses pengisian BBM di SPBU berjalan lancar tanpa menambah antrean:
- Siapkan Barcode Pertamina: Simpan gambar QR Code Subsidi Tepat di galeri ponsel favorit atau cetak pada kartu fisik dan letakkan di tempat yang mudah dijangkau (seperti di dashboard mobil atau dompet).
- Pastikan Data Kendaraan Sesuai: Pastikan pelat nomor kendaraan yang dibawa sesuai dengan data STNK yang terdaftar pada sistem Subsidi Tepat agar transaksi tidak ditolak oleh petugas dispenser.
- Patuhi Kuota Harian: Gunakan BBM subsidi sesuai peruntukan dan kuota harian kendaraan yang telah ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
- Manfaatkan Layanan Jasa Barcode Pertamina: Bagi masyarakat atau pemilik armada yang masih mengalami kesulitan dalam proses registrasi akun, verifikasi dokumen STNK, atau revisi nopol yang tertolak di portal MyPertamina, memanfaatkan layanan asistensi pendaftaran profesional dapat menjadi solusi cepat agar barcode segera aktif tanpa kendala administratif.
Komitmen Bersama Menuju Ketahanan Energi Berkeadilan
Penyaluran BBM yang lancar di kawasan kepulauan Sulawesi Utara membuktikan bahwa pemerintah dan Pertamina terus berupaya mewujudkan energi berkeadilan di seluruh pelosok Tanah Air. Jarak geografis dan laut lepas bukan lagi penghalang untuk menghadirkan bahan bakar berkualitas dengan harga terjangkau bagi rakyat.
Dengan sinergi antara kesiapan armada tanker, pengawasan lapangan oleh petugas marshal, serta kepatuhan masyarakat dalam bertransaksi menggunakan QR Code Subsidi Tepat, ketahanan energi nasional akan tetap kokoh terjaga dari sabang sampai merauke.
Dikutip dan diolah dari sumber resmi: ANTARA News (Pewarta: Nancy Lynda Tigauw, Editor: Ahmad Wijaya).
