← Kembali ke Artikel

Pertamina Papua Berlakukan Barcode BBM Subsidi Mulai November

Pertamina Patra Niaga resmi berlakukan barcode Subsidi Tepat BBM di Jayawijaya mulai November 2026, gantikan kupon manual demi cegah penyelewengan.

Pertamina Papua Berlakukan Barcode BBM Subsidi Mulai November

PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya resmi menyepakati pemberlakuan skema barcode Subsidi Tepat MyPertamina untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar dan Pertalite. Langkah digitalisasi terpadu ini dijadwalkan berlaku penuh mulai November 2026, sekaligus menghentikan secara permanen sistem kupon konvensional yang selama ini dinilai rawan penyelewengan.

Transformasi Digital: Mengganti Sistem Kupon dengan Barcode QR

Dalam beberapa tahun terakhir, distribusi BBM bersubsidi di wilayah Papua Pegunungan, khususnya di Kabupaten Jayawijaya, mengandalkan kupon fisik yang diterbitkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa model kupon kertas tersebut memicu beragam polemik sosial dan administratif, mulai dari dugaan duplikasi kupon, antrean tidak terkontrol di Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS), hingga peredaran BBM bersubsidi ke pihak yang tidak berhak.

Staf Sales Brand Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Dwi Ananda, menegaskan bahwa penerapan sistem kode batang (QR Code) digital menjadi solusi mutlak guna mewujudkan akuntabilitas dan pemerataan energi. Setelah melalui serangkaian rapat koordinasi intensif bersama DPRK Jayawijaya, Pemkab Jayawijaya, dan para pengelola APMS, seluruh pihak mencapai konsensus untuk beralih penuh ke sistem Subsidi Tepat.

“Tentu tujuan utama dalam penerapan barcode BBM bersubsidi ini adalah untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, mencatat data kendaraan secara transparan, melindungi hak masyarakat yang berhak, serta mencegah penyelewengan dan pembelian berulang yang tidak sah,” tegas Dwi Ananda.

Sosialisasi Intensif dan Penguatan Regulasi Daerah

Menjelang implementasi penuh pada November 2026, Pertamina Patra Niaga telah menggencarkan sosialisasi secara masif selama dua bulan terakhir melalui berbagai APMS di Wamena dan sekitarnya. Edukasi langsung diberikan kepada para pemilik kendaraan pribadi, angkutan umum, serta angkutan logistik agar segera mendaftarkan kendaraan mereka ke sistem Subsidi Tepat.

Dari sisi regulasi daerah, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kini tengah memfinalisasi landasan hukum operasional. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayawijaya, Lekius Yikwa, mengungkapkan bahwa hasil kesepakatan lintas sektor telah dilaporkan kepada Pj Bupati Jayawijaya untuk segera disahkan dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup) atau Surat Keputusan (SK) resmi.

“Kami telah bersepakat bersama DPRK, Pertamina, dan pengelola APMS untuk meniadakan sistem kupon dan menggantinya dengan barcode resmi. Kami berharap masyarakat Jayawijaya dapat menikmati distribusi BBM subsidi jenis Pertalite dan Bio Solar secara adil, tertib, dan tepat sasaran tanpa kendala kelangkaan artifisial,” ujar Lekius Yikwa.

Mengapa Barcode Subsidi Tepat Lebih Efektif Dibanding Kupon Fisik?

Peralihan dari kupon fisik ke ekosistem digital Subsidi Tepat MyPertamina membawa sejumlah keunggulan fundamental bagi tata kelola energi nasional dan daerah:

  • Verifikasi Identitas Kendaraan Real-Time: Sistem QR Code mencocokkan nomor polisi kendaraan, tipe kendaraan, dan kapasitas tangki resmi dengan data yang terdaftar di Korlantas Polri dan database pusat Pertamina.
  • Pencegahan Pembelian Berulang (Ngetap): Sistem secara otomatis membatasi kuota harian kendaraan sesuai regulasi BPH Migas. Kendaraan yang sudah mengisi kuota maksimal tidak akan dapat bertransaksi kembali di hari yang sama di SPBU maupun APMS mana pun.
  • Mitigasi Pemalsuan Dokumen: Berbeda dengan kupon cetak yang mudah dipalsukan atau dipindahtangankan, barcode Subsidi Tepat terenkripsi secara digital dan melekat pada satu unit kendaraan tertentu.
  • Transparansi Distribusi Daerah 3T: Digitalisasi memudahkan pengawasan penyaluran energi di kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), memastikan alokasi BBM subsidi dinikmati langsung oleh masyarakat lokal dan pelaku usaha mikro.

Panduan Bagi Masyarakat: Cara Menyiapkan Barcode Subsidi Tepat

Bagi masyarakat di Wamena, Jayawijaya, dan seluruh wilayah Indonesia yang belum memiliki kode batang Subsidi Tepat, pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri melalui langkah-langkah berikut:

  1. Siapkan dokumen utama: Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tampak depan dan belakang, serta foto kendaraan tampak samping dan depan yang memperlihatkan plat nomor secara jelas.
  2. Akses portal resmi Subsidi Tepat di subsiditepat.mypertamina.id.
  3. Isi data diri, data kontak, dan identitas kendaraan sesuai dokumen resmi yang berlaku.
  4. Unggah foto dokumen dengan pencahayaan terang dan resolusi tinggi agar sistem verifikasi AI dan operator dapat memvalidasi data tanpa kendala buram.
  5. Setelah diverifikasi dan disetujui, unduh dan cetak (print) QR Code Anda untuk ditunjukkan kepada petugas saat melakukan pengisian BBM di SPBU atau APMS.

Bagi pemilik kendaraan yang mengalami kendala teknis dalam proses verifikasi, seperti data ditolak atau dokumen buram, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pendampingan registrasi di SPBU/APMS terdekat maupun melalui layanan pendaftaran terpadu barcode Pertamina.

Komitmen Bersama Menjaga Pasokan Energi Adil

Implementasi barcode BBM subsidi di Papua Pegunungan menjadi bukti nyata komitmen Pertamina dalam menghadirkan pemerataan energi (energy equity) hingga ke pelosok nusantara. Sinergi antara BUMN, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengawasan subsidi agar anggaran negara benar-benar menyasar masyarakat yang berhak.

Pertamina juga mengingatkan konsumen untuk selalu menjaga kerahasiaan QR Code masing-masing dan tidak membagikannya di media sosial guna menghindari penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.


Dikutip dan diolah dari sumber resmi: Kantor Berita ANTARA (ANTARA News Papua)